Kisah Seorang Pelajar

“Buku adalah teman terbaik. Bercengkramalah dengan buku-buku, bersahabatlah dengan ilmu, bersaudaralah dengan pengetahuan dan bercumbulah dengan kitab-kitab.”


          Terbaring lemah di kasur batuku, sendirian hanya buku sebagai teman. Dinginnya pagi membuat semua yang aku pikirkan lenyap begitu saja. Hari ini saya meliburkan diri untuk beristirahat karena kondisi yang tidak memungkinkan. Mimpi burut orang-orang yang nge-kos jauh dari kampung halaman dan hidup sendirian adalah terkena penyakit. Ya tentu, jika kembali dirumah orang tua saya dengan sabar akan merawat saya, saya pun tau lingkungan dana rah rumah sakit terdekat. Tetapi tidak untuk orang merantau, kesehatan adalah hal yang sangat dipandang remeh jika sehat dan dipandang sangat berharga jika sudah jatuh sakit. Tidak lama setelah sholat, saya menyempatkan untuk menghabiskan novel baru yang saya beli kemarin. Saya sangat menyukai membaca cerita yang bagus, terutama buku yang penuh dengan makna dan berisikan nasihat hidup. Walaupun saya baru melakukannya belakangan ini karena gabut dan tidak tahu harus kemana, ngapaiin dan bareng siapa saya mendadak jadi penulis dan kutu buku.
          Kuliahan belum dimulai, ospek universitas dan jurusan masih keesokan hari. Saya menyempatkan untuk membaca dan membaca untuk membunuh waktu sambil beristirahat. Menurut saya, dengan membaca buku, saya mendapatkan banyak inspirasi. Meskipun saya ingin menulis cerita yang sampai sekarang belum di sempatkan oleh Tuhan, dengan buku kita dapat memperluas wawasan. Apapun bukunya, saya yakin itu dapat menjadikan anda orang yang lebih kreatif dan berwawasan luas.
          500 tahun dari sekarang, kita dapat memprediksikan apa yang tersisa dari tubuh ini. Mungkin tidak ada tentunya. Selama itu hal-hal yang akan terus dikenang dan bertahan adalah pengaruh apa yang kita berikan kepada dunia, mungkin dengan membangun bangunan bersejarah atau contoh yang lebih sederhana seperti menyambung ilmu dan menulis. Memberi ilmu yang bermanfaat adalah suatu amalan yang tidak akan pernah terhapuskan jika ilmu itu tetap digunakan. Suatu ilmu yang bermanfaat akan terus berkontribusi dan membentu suatu karakter baik didalam maupun diluar masyarakat tersebut. Contoh yang lainnya adalah tulisan dan karya kita. Tidak semua karya tulis maupun karya yang lainnya akan terus dikenang oleh semua orang, tetapi keduanya akan terus ada lama setelah kita tiada.
          Manusia adalah makhluk sosial yang tidak lepas dari interaksi-interaksi yang ada dengan baik manusia lainnya maupun lingkungan sekitrarnya. Seperti istilah yang dikemukakan Aristoteles ribuan tahun lalu yang menyatakan bahwa manusia adalah mahkluk zoon politicon. Sebuah istilah yang sederhana yang menyebutkan, manusia merupakan emua makhluk hidup yang memiliki siifat sosial, kalau diartikan berdasarkan arti dari nama zoon politicion memiliki makna 'hewan yang bermasyarakat'. manusia adalah makhluk zoon politicion merupakan makhluk yang tidak bisa hidup kalu tidak ada interaksi sesama jenis (makhluk sosial). Dimana pun terjadinya sebuah interaksi, disanalah ditemukan sebuah konflik. Tidak ada dimana semua interaksi yang dijalin lepas dari adanya sebuah konflik. Tidak ada yang dapat menjamin keamanan dan bebasnya dari gangguannya. Berbeda dengan menempatkan diri anda jika menjalin hubungan teman dengan buku-buku anda. Buku akan menginspirasi kita untuk sesuatu yang lebih baik, memotivasi kita pada saat kita sedang berada di dalam sumur kemalasan dan sebagai penguat jikalau penyakit ketidak-yakinan melanda. Buku merupakan salah satu sumber pengetahuan dan sebagai wadah untuk mencatat sejarah umat manusia sejak dahulu kala. Kita memang makhluk sosial yang saling bergantung kepada sesama, namun mendekatkan diri kepada ilmu pengetahuan juga tidak kalah pentingnya.

“Knowledge is Power”


          Di dunia dimana kita hidup selalu berlaku suatu hukum, yaitu hukum rimba. Hukum rimba yang dimana yang terkuat dan terhebatlah yang akan menguasai, sekarang berubah menjadi siapa yang memiliki ilmu dan pengetahuan yang akan menguasai. Ilmu pengetahuan sangatlah penting untuk menjadi suatu modal, baik didalam mempertahankan kehidupan sehari-harinya maupun sebagai aspek kareer yang kita tujukan. Semua yang ada tidak lepas dari kaitan ilmu pengetahuan untuk itu hukum rimba terdahulu sudah digantikan oleh yang baru. Ilmu akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Perkembangan ilmu akan berjalan lurus dengan makin kompleksnya kebutuhan masyarakat di masa yang akan datang. Cara untuk menyesuaikan diri adalah dengan menggali ilmu sedalam-dalamnya dan mempersiapkan diri untuk memenuhi tantangan yang ada di masa depan.
          Tidak ada waktu yang tepat untuk mencari ilmu selain setiap saat. Ilmu yang kita cari baik ilmu yang bermanfaat maupun yang menyesatkan juga merupakan suatu ilmu. Tentu kita harus mencari ilmu yang bermanfaat bagi kita. ilmu dapat dipandang sebagai suatu ajaran maupun pengalaman yang kita miliki. Orang bilang “pengalaman adalah guru terbaik.” Gagasan ini mencerminkan bahwa dependensi kita untuk mencari ilmu tidak dibatasi oleh seorang guru atau orang yang lebih cerdas dari kita, melainkan cukup dengan modal diri sendiri dan keyakinan hati untuk mendapatkan suatu gagasan ilmu tersebut. Kita hidup hanya sementara di muka bumi ini. Sebagaian orang yang mempercayai hidup abadi setelah ini akan berburu “bekal” yang akan membantu perjalanan panjang di kehidupan setelah kehidupan. Waktu adalah variable yang sangat mahal dari aspek kuantitasnya yang tidak dapat di dapatkan kembali. Dengan waktu yang terbatas ini, setiap orang memiliki cara untuk membekali perjalanan mereka. Saya sendiri dengan cara mencari ilmu dan beriman sebagai makhluk Tuhan. Tidak ada kata terlambat bagi manusia yang mencari ilmu. Dengan memanfaatkan segenap waktu yang masih diberikan kepada kita, mulailah mencari ilmu yang bermanfaat dan mendedikasikan diri untuk memperbaiki diri untuk menjadi teladan bagi diri sendiri dan umatnya.
          Dimana ditemukannya suatu ilmu, disananlah terdapat sebuah kehidupan. Ilmu merupakan modal utama sebuah wilayah untuk berkembang. Dengan sebagai aspek kecil untuk sekedar bertahan hidup sampai aspek pengembangan bangsa yang diawali dengan ilmu yang mendukungnya. Majunya suatu negara tidak lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dirintisnya. Semakin maju dan berkembangnya ilmu, semakin besarnya suatu negara. Ilmu berperan dalam pengembangan segala potensi yang dimiliki suatu wilayah sampai dapat membentuk filosofi pada masyarakat yang ada didalamnya. Ilmu dapat membentuk pola pikiran masyarakat yang ada di suatu wilayah, biasanya dengan majunya perkembangan ilmu pengetahuan, masyarakat cendrung bersifat dinamis dan terbuka terhadap pengaruh dan perubahan.
          Dengan ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh ilmu di kehidupan sehari-hari sangatlah kuat. Suatu aspek yang dapat menentukan kualitas kehidupan dan membentuk suatu kepribadian. Janganlah malas untuk membaca karena segala ilmu yang terdapat didunia ini semua sudah tercantumkan didalam buku itu sendiri.

                     “This is my story, where’s yours?”-Nigs


          

Komentar

Postingan Populer