Kisah Si Putih Menunggu Fajar
“Sometimes you have to stop worrying, wondering and doubting. Have faith that thing will work out, maybe not how you planned, but just how it’s meant to be”.
Duduk di depan pekarangan kosan yang sangat asri rasanya. Dinginnya
hawa shubuh Surabaya ditemani oleh kehangatan bara apiku, ditengah kesunyian
aku pun mulai memikirkan semua hal yang saya sesali. Beberapa hal di dunia ini yang
saya harapkan tidak berjalan sesuai harapan. Mungkin itu menunjukan bukti
konkrit keberadaan “Sang Pangeran” sebagai Tuhan. Kegagalan saya dan semua hal
yang tidak direncanakan datang karena adanya keberadaan Tuhan. Jika memang
Tuhan itu tidak ada, kita sebagai manusia bisa dapat menentukan nasib kita
sendiri dan semua outcome dari setiap hal yang kita kerjakan. Namun kenyataannya,
hal masih bisa berjalan berbalik arah dari apa yang kita arahkan sejak beranjak
pergi. Setiap orang memiliki hak untuk memilih dan melakukan apa yang mereka
ingin kan di kehidupan ini. Tentu hal ini dibatasi dengan hak asasi orang lain.
Meskipun kita mampu memilih untuk melakukan suatu hal tertentu, tidak akan
pernah orang memprediksi apa hasil dari setiap perbuatan kita. Manusia hanya
bisa berdoa, berusaha dan memprediksi apa hasil dari suatu hal yang mereka
kerjakan.
Hari semakin pagi, Sang Matahari pun terbangun menyinari
celah dusun-dusun rumah sekitar kosan. Saya masih tenggelam dengan pikiran
saya, sampai seekor kucing putih menghampiriku. Perhatianku seolah-olah dicuri
akannya dan dengan cepat aku meninggalkan penjara pikiran untuk bermain
dengannya. Menyesali hal yang sudah terlewatkan memang bukan suatu hal yang
bijak. Seperti yang saya dapatkan pada salah satu pelatihan saya, kita
menggunakan permisalah suatu variable dari kata “yesterday”, “today” dan “tomorrow”.
Kita misalkan “O” berdiri untuk kata “opportunity”. Seperti yang mentor saya
jelaskan, tidak ada huruf “o” di kata kemarin, ada satu huruf “o” dikata hari
ini dan ada tiga huruf “o” di kata besok. Apa sih arti dari permisalan ini? Artinya
adalah dari setiap “o” adalah suatu kesempatan untuk apa saja yang kita
lakukan. Jika kemarin tidak ada ada huruf “o” makan benar kita tidak bisa
mencari kesempatan untuk memperbaiki atau melakukan sesuatu yang dapat mengubah
hari kemarin. Tidak ada yang kesempatan sedikitpun yang kita miliki untuk dapat
memperbaiki hari kemarin. Hari ini, anda memiliki kesempatan yang lebih sedikit
dibandingan kemarin karena anda sudah menjalani sebagian dari waktu hari ini. Anda
harus dapat memaksimalkan satu kesempatan hari ini untuk berusaha memenangkan
hari dan menyusun rencana untuk keesokan harinya. Besok anda masih punya banyak
kesempatan untuk segala hal yang anda lakukan. Hal yang dapat diambil dari sini
adalah bagaimana kita harus menyadari bahwa tidak ada yang dapat kita peroleh
dari hari kemarin dan bagaimana kita harus memanfaatkan kesempatan yang masih
ada di hari ini dan keesokan harinya. Jangan terlalu lama menyesali hal
kemarin, jadikanlah hal kemarin sebagai pelajaran.
Saya sering menanyakan diri saya sendiri apakah saya perlu
berusaha untuk mendapatkan dan merealisasikan kegagalan. Seperti yang kita
ketahui, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Namun dengan ada nya
pelatihan kemarin, saya semakin bingung untuk menentukan pilihan saya karena
apakah ini jalan yang Tuhan berikan kepada saya. Tuhan yang Maha sempurna pasti
mengetahui apa yang terbaik uantuk setiap umatnya, tetapi bisakah saya mencapai
mimpi saya? Atau ini yang sudah terbaik yang Tuhan berikan?
Hanya kita yang tau mana yang menurut kita paling baik. Kita
hanya bisa berdoa dan berusaha untuk memperbaiki dan mencapai suatu standar
yang sudah kita tentukan. Rasa ketidak-puasan yang ada didalam hati manusia
akan selalu ada. Tidak sedikit para koruptor yang kaya raya, alasan mereka
masih melakukan hal ini adalah karena kehidupan mereka yang tidak mensyukuri
apa adanya. Ayah saya selalu bilang bahwa kekayaan dan kesusksesan itu tidak
dapat terdefinisikan dan bervariasi tergantung dengan setiap individu. Orang pedagang
kaki lima akan merasa cukup dan kaya jika dia bisa menikmati apa adanya, dan
koruptor yang sudah kaya raya mobil dimana-mana akan terus berkorupsi karena
mereka tidak mensyukuri apa yang mereka dapatkan. Saya bersyukur bisa diberi
kesempatan untuk melanjtkan jenjang studi di kampus ITS ini. Meskipun ini bukan
pilihan pertama saya, saya akan menjalani kenikmatan yang Tuhan telah berikan
kepada saya dengan sungguh-sungguh dan mensyukuri apa adanya. Tidak ada gunanya
memikirkan apa yang sudah terjadi, intinya saya tidak cukup bersaing untuk
masuk ITB tahun ini. Saya yakin apa yang Tuhan beri kepada saya adalah yang
terbaik dan saya akan menjalaninya dengan yang terbaik juga.
Si putih terus bermain dengan sandal jepitku, aku pun
segera mengangkatnya dan meletakkannya disebelahku. Sudah gila kali ya
berbicara kepada kucing yang mungkin tidak tau apa-apa. Ibu nasi kuning pun
menghampiri dan menawarkan sarapan pagi. Kubeli sebungkus nasi dan gorengan
yang menurut saya mahal untuk sarapan. 10 ribu dengan 3 gorengan dan sebungkus
nasi kuning, didalamnya ada ayam yang sudah agak keras dan kuberikan kepada si
putih teman baruku. Kita makan dengan lahap menyantap sarapan pagi yang mewah
itu, sampai dengan ia selesai makan dan pergi meninggalkanku. Dasar kucing
kampung, Cuma mau makan saja ya hehehe..
Dengan menghargai dan memperbaiki diri adalah salah satu
cara untuk membuktikan kita adalah hamba Allah yang masih membutuhkan kehadirat
Nya. Mengikhlaskan semua yang sudah berlalu dan berjanji untuk menjadi hamba
yang beriman keesokan harinya. Mungkin di dunia ini tidak ada kata terlambat.
Terlambat hanya persepsi orang mengenai sesuatu, dan sebenarnya hanyalah
padangan dari setiap orang yang berbeda-beda. Selama nafas belum mencapai
kerongkongan kita diberi kenikmatan dan kesempatan untuk merubah diri kita
untuk menjadi teladan bagi diri yang sebelumnya dilumuri dosa. Tidak hanya dari
segi keagamaan, memperbaiki diri kedepannya adalah sesuatu yang harus dilakukan
untuk mencapai kesuksesan. Apa yang kita sesali kemarin harus menjadi pelajaran
dan kegagalan di jadikan acuan untuk mimpi dan tujuan yang selanjutnya.
Sebelum saya membuka pagar kosan saya, tiba-tiba si putih
kembali menghampiri saya. Dia hanya diam memperhatika saya dan saya balas
dengan memperhatikannya. Tidak lama dia mengeong pada saya dua atau tiga kata
kucing yang saya tidak mengerti dan dia pergi meninggalkan saya lagi. Meskipun saya
tidak mengerti apa yang dia coba sampaikan kepada saya, tetapi saya hanya
tersenyum sambil mengunci pagar.
“kucing saja bisa
berterima kasih……..”
“This is my story,
where’s yours?”- Nigs

Si putih hmm...
BalasHapusSi putih hmm...
BalasHapus